Archive for the ‘Pet’ Category

Sudah hampir seminggu si Clif enggak keliatan batang hidungnya. Kucing jantan berbulu hitam itu sudah menghilang sejak hari Rabu tanggal 23 Juni 2011 lalu. Clif adalah teman si Wanda, kucing betinaku yang warna bulunya serupa: hitam putih. Mereka suka main bareng sedari kecil. Mereka udah kayak kembaran meski sebenarnya usia mereka lumayan terpaut jauh. Inilah yang menyebabkan ia dinamai Clif, diambil dari nama suami mendiang Suzana –sang ratu film horor Indonesia– yang usianya juga terpaut cukup jauh.

Clif bukanlah nama sebenarnya, nama aslinya Pussy. Dulunya ia dan saudaranya Si Bolotot –dinamai demikian karena matanya yang bener-bener besar kayak burung hantu– dipelihara oleh salah seorang tetangga. Tapi ketika udah bosan, mereka ditelantarin gitu aja. Mereka pun jadi sering nebeng numpang main, makan dan tidur di rumahku. Aku jadi berasa punya kucing tiga.

Si Bolotot mati 2 bulan lalu karena keracunan racun tikus di atap rumah Pak RT. Tinggal si Clif-lah yang tersisa. Dia dan kucingku jadi semakin akrab. Mereka udah kayak sepasang kekasih. Gemes banget kalau ngeliat mereka udah saling jilat dan peluk-pelukan. Dan ngeselin banget kalo ngeliat mereka udah maen kejar-kejaran di dalem rumah. hebohnya minta ampun! Kalau aku lagi jalan-jalan pagi, mereka sering ngikutin aku. Orang-orang sering ngetawain aku. Katanya aku kaya ‘ngangon’ kucing. Ya, itu memang bener. Kalau dipikir-pikir, aku memang kayak anak gembala kambing, bedanya aku ngegembalain kucing.

Hari senin lalu, si Wanda sempet nggak pulang semaleman. Si Clif mengeong-ngeong kesepian. Aku sempet khawatir, tapi untungnya Wanda kembali pulang.

Selasa lalu, tepat sehari sebelum hilang, dia sempet jalan-jalan sama aku karena saat itu si Wanda lagi gak ada. Dia manja sekali. Kayaknya ia sudah menganggapku sebagai majikannya. Dan aku pikir juga begitu, tak ada salahnya mengadopsi dia jadi anakku. Toh dia juga baik sama kucingku.

Aku tak menyangka hari itu adalah hari terakhirku bersenang-senang dengan si Clif. Keesokan harinya, ia tak terlihat lagi. Biasanya kalau pagi-pagi, ia sudah stand by di luar pintu –karena ia tidur di luar, tapi hari itu dia enggak ada. Kemarin siangnya aku sempet liat dia mengeong-ngeong ngebising genteng tetangga. Dari suaranya, aku tau ia lagi pengen kawin. Pasti banyak tetangga yang bakalan komplen. Tapi aku gak nyangka bakal begini jadinya.
Clif menghilang tanpa jejak. Entahlah, mungkin dia sudah mati atau dibuang sama tetangga yang marah sama dia. Aku merasa bersalah karena suka pilih kasih padanya. Aku sering ngatain dia pemalas karena saking seringnya ia tidur pules sampe 20 jam. Sayang sekali aku belum sempet ngambil fotonya. Padahal aku udah ngerencanain bakal motoin dia bareng si Wanda.

Mungkin dia cuma kucing liar yang suka maling makanan dan ngebisingin tidur tetangga, tapi bagiku dia cuma kucing mungil yang tak berdosa. Maaf selama ini aku telah mengabaikanmu. Kuharap kamu bahagia dengan dunia barumu, entah itu di surga atau masih di dunia.

Semenjak si Clif hilang, si Wanda jadi sering mengeong-ngeong kesepian. Seorang (seekor) sahabat setia telah meninggalkannya untuk waktu yang lama atau bahkan selamanya.

Clif, where are you! We’re waitin’ for U here. We really miss U!

Iklan

My Lady Wanda 3

Posted: 26 Juni 2011 in Pet
Tag:, , , , ,

Pasti udah pada tahu kalo Nabi Muhammad itu pencinta kucing. Beliau punya kucing lucu yang bernama Mueeza. Kalo Nabi lagi kedatengan tamu, Mueeza selalu dipangku dipahanya. Ada suatu kisah, saat Nabi hendak ngambil jubahnya, eh jubahnya malah diboboin sama si Mueeza. Beliau sampe bela-belain motong belahan lengan jubah yang lagi ditidurin Mueeza karena gak mau ngeganggu tidurnya. Saat Nabi pulang ke rumah, Mueeza menunduk sebagai ungkapan terima kasih atas perlakuan sang majikan dan Nabi pun mengelusnya dengan penuh kasih sayang.

Ada satu kebiasaan Mueeza yang paling didemenin Nabi. Mueeza suka mengeong-ngeong seolah-olah ngikutin suara adzan.

Banyak kisah menakjubkan tentang hubungan manusia dan kucing yang menguak ke khalayak. Seperti kisah pasangan Jud dan Kathrine Smith, warga Cumberland, Maine, AS. Ketika Kaden, sang kucing bengal milik mereka hilang, mereka langsung memasang iklan satu halaman penuh di koran Portland Press Herald selama 3 hari berturut-turut lengkap dengan nomor telepon, foto Kaden serta imbalan uang 500 US dollar bagi barang siapa yang berhasil menemukannya. Kaden pun akhirnya dapat ditemukan setelah hampir 3 pekan menghilang.

Banyak orang yang mengkambinghitamkan –atau mengkucinghitamkan– kucing sebagai penyebab utama penyakit Toksoplasma. Padahal, bukan cuma kucing aja yang menjadi penyebab Toksoplasma, tapi hewan lain kayak anjing dan sebagainya juga bisa. Menyalahkan kucing saja, kayaknya enggak relevan. Kalo kita ngejaga kesehatan hewan peliharaan kita, Insya Allah penyakit pun gak akan berani nyerang. Jadi tergantung gimana mliharanya. Telaten atau enggak.

Asal tau aja, ternyata manfaat mlihara kucing lebih banyak dari pada mudharatnya, terutama dari segi kesehatan. Menurut studi yang dilakuin di Universitas Minnesota, AS, orang yang melihara kucing 40 persen lebih kecil kemungkinannya untuk terkena penyakit jantung fatal. Peneliti dari universitas itu juga mengatakan, membelai kucing dapat menurunkan stres dan kecemasan sehingga dapat menurunkan resiko terkena penyakit kardiovaskular (sumber: On The Spot Trans7). Selain itu, bunyi dengkur kucing juga dapat menurunkan hipertensi dan mengusir stres dari otak, seperti yang diungkapkan Rebecca Johnson dari pusat penelitian interaksi manusia dan hewan Universitas Missouri, AS.

Mungkin si Wanda juga berperan dalam proses penyembuhan penyakit infeksi paru-paru yang saya derita selama setahun belakangan ini.

I love you, My Lady Wanda!!!

My Lady Wanda 2

Posted: 25 Juni 2011 in Pet
Tag:, , , , , ,

Tuhan sepertinya udah nakdirin saya untuk selalu hidup bareng kucing. Tiap fase kehidupan saya pasti ada eongan kucingnya. Sejak masih dalem kandungan sampe segede bagug gini gak pernah terlepas dari hewan yang punya ngaran ilmiah Felis Domestica ini.

Saat saya masih dalem kandungan sampe bayi, ibu saya mlihara si Manis. Tapi sayang, kucing berbulu kuning putih itu ngilang entah kemana. Pas saya balita, ada si Empay. Tapi kucing item legam itu malah mati gantung diri karena nenek saya gak sengaja kekencengan ngiket tali di lehernya. Memasuki masa SD, ada si Empus yang warnanya item putih. Tapi lagi-lagi kucing itu ngilang entah kemana. Saya belom kapok. Saat SMP, saya mlihara kucing lagi, namanya si Putih yang berbulu kuning putih. And unfortunately, that lovely cat died again karena keracunan. Pas SMA, saya mlihara kucing lagi. Saya namai kucing itu Empus karena warnanya serupa dengan si Empus yang saya pelihara dulu. And again, again and again, the funny cat had to RIP again.

Wanda menjadi kucing terakhir saya. Puteri kandung si Empus itu jadi kucing selanjutnya yang mengisi kehidupan saya. Jujur, ini pertama kalinya saya melihara kucing betina. Sebelumnya, kucing yang saya pelihara dulu pada jantan semua. Makanya saya shock banget waktu pertama kali ngeliat dia menstruasi. Ya, saya baru tahu kalo kucing juga ngalamin menstruasi. Cuma bedanya menstruasi kucing itu gak sesering kayak manusia. Paling dalem setahun cuma 2 sampe 3 kali.

Dari si Wanda, saya jadi tahu sisi feminim seekor hewan. Cara dia jalan, tidur dan makan beda banget sama kucing yang saya pelihara sebelumnya. She’s so girly and elegant like a Disney princess. Ada salah satu kebiasaan dia yang paling saya suka. Dia demen banget nyium pipi sama jidat saya. Pokoknya ngegemesin banget deh!

Entah kenapa, saya ngerasa dia selalu tahu isi hati saya. Kalo saya lagi sedih, dia pasti ngehibur dengan tingkah lucunya. Pun begitu kalo lagi hepi. Saya baru tahu kalo kucing juga dapat membaca suasana hati tuannya. Kucing mampu menerka mood kita dari raut wajah dan gerak-gerik tubuh kita. Meski otak kucing tak secanggih manusia, tapi kucing memakai insting untuk mengasihi sesamanya dan bahkan juga untuk makhluk lain di luar spesiesnya.

Get along with a cat makes me understand that love is a universal thing that can’t be separated by differences in genus, species and genetic.

Bersambung….

Langkah kaki kecil menginjak-nginjak punggung saya yang lagi tengkurep tidur. Nyaman banget. Kayak dipijat, tapi lama-kelamaan jadi geli juga. Saat saya coba noleh ke belakang, ternyata itu ulah ‘seorang’ cewek mungil yang beratnya gak lebih dari 10 kg.

Ya, itulah si Wanda. Atau saya lebih sering nyebut dia Neneng Wanda atau Lady Wanda –biar kece kayak Lady Gaga. Kucing betina berbulu item putih itu udah hampir 3 taun ini jadi anggota keluarga besar kami. Kucing yang terlahir dari pasangan Empus Bin Ketupai (kucing saya yang mati 3 taun lalu karna ketabrak) dan Iteung Suriteung (kucing tetangga) itu brojol ke bumi tanggal 8 Desember 28 bareng ke 4 saudara kembarnya. Tapi keempat saudara kembarnya yang lain dibuang oleh babeh 2 tahun yang lalu (menyebalkan!)

Wanda itu kucing yang super aktif. Gak heran kalo namanya cukup populer di kampung, bahkan lebih populer dari saya *hiks*. Coba tanyain aja anak-anak di kampung saya satu-satu, pasti mereka bakalan tau siapa itu Neneng Wanda.

Wanda sempet ngelahirin bulan Desember taun 2009 lalu –tepat setahun nginjek usianya yang pertama. Dia hampir mati karena gak sanggup ngeluarin anaknya yang ketiga. Dua anaknya yang lain lebih dulu nongol ke bumi, yang satu warna abu-abu dan satunya lagi putih. Mungkin kalo manusia, harusnya ia buru-buru dioperasi Caesar. Tapi sepertinya keajaiban Tuhan masih berpihak padanya, ia pun berhasil terselamatkan. Mungkin itulah sebabnya kami sekeluarga begitu sayang padanya. Meski si Wanda terselamatkan, tapi anaknya –bulunya item putih kayak dia– harus diserahin pada Yang Maha Kuasa. Pun begitu dengan kedua anak yang lain, mereka mati satu persatu tanpa alasan yang jelas beberapa hari kemudian.

Sejak saat itu, ia gak pernah hamil lagi. Mungkin karena trauma atau rahimnya udah rusak. Tapi saya memang berharap ia gak akan hamil lagi. Kasian ah, takut kenapa-napa lagi.

Wanda bukan kucing yang jorok. Setiap pengen pup atau pipis, ia selalu berinisiatif pergi ke kamar mandi. Keren kan? Itu semua berkat didikan saya yang ngajarin dia hidup higinies sedari dini (gitu aja bangga!)

Mungkin ini agak kelebayan, tapi saya udah nganggep si Wanda kayak adik saya sendiri, sebagai pengganti karena saya gak punya adek cewek.

She’s my little sister. Yeah, I wanna notice you that she’s the most lovely little monster ever!

Bersambung.