Archive for the ‘Friendship’ Category

Sahabat Surga

Posted: 31 Oktober 2009 in Friendship

Crocodille (bukan nama sebenarnya, hanya julukan sebagai perumpamaan betapa menyebalkannya dia) adalah teman sekelas saya saat SMA. Dia menyebalkan, sok kenal, jahil, suka usil dan sering malu-maluin. Bahkan kami hampir berkelahi karena saling mengejek satu sama lain. Awalnya saya sangat membencinya. Dia adalah mimpi buruk masa remaja. He sucks!!! Tapi ketika saya sakit Thypus –mungkin saat itulah saya hampir sekarat, dialah orang pertama yang menjenguk saya. Dia pulalah yang membuat teman-teman yang lain ikut berdatangan menengoki saya.

Sejak saat itu, pemikiran saya mengenai dia mulai berubah. Kami bahkan mulai bersahabat. Semakin lama kami mulai tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing. Meski dia masih sangat menyebalkan, tapi harus saya akui, dia adalah salah satu sahabat terbaik yang pernah saya miliki saat SMA.

Persahabatan masa remaja memang terkesan klise dan sepele. Saling ngerumpi, ngomongin ini-itu, gosipan sampe bikin geng-genggengan jadi salah satu bumbu penyedap sendiri dalam persahabatan. Sahabat adalah seorang teman tapi seorang teman belum tentu bisa jadi sahabat. Sahabat bisa siapa saja. Dia bisa teman sekolah, saudara, mantan pacar atau mantan musuh sekalipun.

Banyak teman dan sahabat adalah salah satu tolak ukur keberhasilan remaja dalam pergaulan. Punya banyak teman dan sahabat akan menjadi kebanggaan tersendiri. Dikenal oleh banyak orang itu rasanya luar biasa. Rasanya popularitas seperti sudah di depan mata saja. Ngeksis abis gitu! Tapi, apa benar sahabat bisa diukur dari seberapa banyak jumlahnya. Apa benar kesetian sahabat bisa diukur dalam hitungan Matematika?

Nyatanya tak setiap orang bisa bersahabat dengan kita. Sedekat apa pun hubungannya dengan kita, belum tentu ia bisa menjadi sahabat. Persahabat bisa terwujud setelah dua orang pribadi atau lebih bisa meleburkan ego masing-masing. Persahabatan didasari oleh rasa saling membutuhkan satu sama lain. Persahabatan adalah kekuatan dua jiwa manusia atau lebih dalam berbagi platfrom untuk saling mengisi.

Seorang sahabat bisa saja sosok yang sangat berbeda dari kita. Dia mungkin beda sifat, kelamin, budaya, bangsa bahkan agama. Sahabat tidak bisa datang begitu saja. Persahabatan butuh proses panjang untuk saling mengenal pribadi individu masing-masing.

“Gue baru tahu, ternyata sahabat gue itu pengkhianat, ” ucap seseorang ketika mengetahui sang sahabat selingkuh dengan sang pacar (sinetron banget deh!).

Hal semacam itu sering kali terjadi dalam kehidupan remaja. Persahabatan bisa hancur seketika karena setitik api bernama cinta. Menyebalkan memang. Rasanya pengen ngebantai habis sahabat kita itu. Tapi kalau persahabatan kita benar-benar solid, tentu ini bukanlah masalah besar (sombong!). Mengapa saya bicara demikian? Karena saya juga pernah mengalaminya.

Mungkin itu bisa jadi malapetaka tapi bisa juga jadi pelajaran berharga bagi persahabatan kita. Kita jadi tahu sejauh mana kapabilitas kesetiaan sahabat kita. Tapi, bila dia benar-benar sahabat kita, saya yakin ia akan berterus terang dan meminta maaf pada kita.

Persahabatan begitu luar biasa. Bahkan saking luar biasanya, persahabatan pun mendapat tempat istimewa dalam agama.

“Apabila dua saudara (sahabat) bertemu, maka mereka ibarat dua tangan yang saling membasuh satu sama lain,” begitu sabda Rasulullah melukiskan idealnya hubungan persahabatan.

Persahabatan bukan hanya sekedar rame-rame keluyuran, geng-gengan atau curhat-curhatan. Persahabatan adalah salah satu anugerah terindah yang diberikan Tuhan kepada hamba-Nya. Sahabat yang baik tak akan mungkin menjerumuskan kita ke jalan salah. Dan Rasul pun kembali bersabda, “Barang siapa bila Allah menghendaki suatu kebajikan atas seseorang, maka Dia memberikannya seorang kawan. Apabila lupa, maka ia akan diingatkan oleh kawannya itu. Apabila kawannya itu lupa, dia akan mengingatkan.”

Wah, ternyata persahabatan itu hebat sekali ya! Bahkan persahabatan itu bisa membawa kita masuk surga lho! Enggak percaya? Simak hadis berikut, “Barang siapa mengunjungi seorang kawan (untuk bersilaturahmi) karena Allah, maka seorang malaikat akan berseru dari belakang tabir, ‘kabar baik, kabar baik, surga untukmu!”

Now, I really miss my high school buddies. Wanna hug u all! l f*cking love u! 🙂

Iklan