Arsip untuk Januari, 2015

gone-girl-poster

Sebenarnya saya agak males buat mereview sebuah film, tapi entah kenapa saya langsung ngebet ingin mereview setelah menonton film ini, film yang katanya jadi salah satu film yang paling dibicarakan di tahun 2014 lalu. I’m going to review the Gone Girl, film arahan David Fincher yang diangkat dari novel best seller karya Gillian Flynn. Dibintangi oleh si cantik Rosamund Pike dan si bongsor Ben Affleck, film ini sempet happening banget di dunia maya petengahan Oktober lalu dan mendapat pujian dari banyak kritikus film. Gak heran kalau film ini mendapat rating yang tinggi di Rotten Tomatoes. Inilah yang menyebabkan saya ingin nonton film bergenre thriller ini sejak penghujung tahun lalu. But unfortunately, film ini gagal tayang di Indonesia. Mungkin karena gak lulus sensor kali ya. Habis film ini emang lumayan banyak adegan erotisnya sih. Saya akui itu hehe. Dan thank God, baru-baru ini Gone Girl udah nongol di Ganool dengan kualitas Bluray. Jangan sahalin saya karena udah download film secara illegal. Habis film ini emang gak tak tayang di sini sih. Salah satu alternatif buat nonton ya dengan mendownloadnya secara gratisan hehehe.

Directed by David Fincher
Produced by
Screenplay by Gillian Flynn
Based on Gone Girl
by Gillian Flynn
Starring
Music by
Cinematography Jeff Cronenweth
Edited by Kirk Baxter
Production
company
Distributed by 20th Century Fox
Release dates
  • September 26, 2014 (NYFF)[1]
  • October 3, 2014 (United States)[1]
Running time
149 minutes[2]
Country United States
Language English
Budget $61 million[3]
Box office $365.3 million[3]

Oke, gak perlu banyak cingcong lagi, saya bakal langsung ngereview film ini. Film ini bercerita tentang sepasang suami isteri, Nick dan Amy Dunne. Mereka memiliki kehidupan yang sempurna di kota New York sampai suatu hari mereka harus pindah ke kota kecil di Missouri -kampung halaman Nick- di tengah masa resesi. Nick dan Amy bekerja sebagai penulis, tapi mereka bekerja di majalah yang berbeda, tapi setelah pindah ke Missouri, Nick beralih profesi dengan membuka sebuah bar dan Amy menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

“When two people love each other and they can’t make that work, that’s the real tragedy.” – Amy Dunne

Kehidupan mereka terlihat normal sampai suatu pagi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, Nick mendapati kalau istrinya telah hilang secara misterius di rumahnya. Hilangnya Amy langsung menjadi berita besar. Seluruh warga kota tempat Nick tinggal ikut berpartisipasi dalam pencarian Amy. Dan setelah pers mulai meliput kasus hilangnya Amy, kasus ini pun langsung menjadi berita nasional. Satu-per satu misteri mulai bermunculan dan kehidupan rumah tangga Nick dan sang isteri yang hilang pun mulai menjadi santapan media. Semua orang mencari Amy tapi bukti demi bukti mulai mengarah ke Nick, sang suami. Publik mulai curiga kalau Nick ikut andil dalam tragedi hilangnya Amy. Bahkan publik, media dan polisi mulai mencurigai kalau Amy telah dibunuh Nick. Apalagi setelah ditemukan buku diari Amy yang berisi tentang catatan hariannya selama menikah dengan Nick. Amy menggambarkan dalam diarinya kalau Nick telah berubah menjadi sosok yang temperamental dan sering memperlakukannya secara kasar. Dalam diarinya pula dituliskan kalau Amy merasa terancam oleh suaminya , bahkan ia takut kalau sang suami akan membunuhnya. Kasus pun mulai semakin pelik setelah skandal perselingkuhan Nick dengan seorang gadis belia mulai menyeruak ke halayak publik dan Nick semakin menjadi bulan-bulanan media.

gone-girl-DF-01826cc_rgb.jpg

image

Hari demi hari, Nick mulai merasakan banyak kejanggalan dalam kasus menghilangnya sang isteri. Ia curiga kalau sang isteri masih hidup dan semua ini hanya rekayasa sang isteri agar dirinya masuk penjara lalu dihukum mati. Dan kecurigaan Nick pun benar, di pertengahan film mulailah diceritakan keberadaan Amy. Ternyata Amy-lah yang merekayasa semuanya. Ia telah merencanakan semua ini secara detail dari jauh-jauh hari. Ia bahkan menulis diari palsu itu. Tapi ditengah “kebebasannya”, Amy ketiban sial. Semua uangnya dirampas saat dirinya tengah menikmati masa-masa persembunyiannya di sebuah coutage. Karena putus asa, Amy pun menghubungi mantan pacarnya, Desi Collings yang diperankan oleh Neil Patrick Harris. Desi sudah lama terobsesi dengan Amy. Bahkan meski Amy sudah menikah, ia tetap menulis surat untuknya secara intens. Well well well, and the shit was going to be happened. Amy bilang pada Desi kalau ia tengah lari dari suaminya yang psycho dan Desi pun menawarinya untuk tinggal di rumah danaunya. Sementara itu, media mulai semakin gencar menyudutkan Nick, dan polisi mulai menaikan statusnya menjadi tersangka.

“When I think of my wife, I always think of the back of her head. I picture cracking her lovely skull, unspooling her brain, trying to get answers. The primal questions of a marriage: What are you thinking? How are you feeling? What have we done to each other? What will we do?” – Nick Dunne

Pada suatu hari, pengacara Nick menawarinya untuk tampil di salah satu acara talkshow TV kabel nasional. Di acara itu Nick mengungkapkan segala uneg-unegnya dan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang selama ini ia buat selama berumah tangga dengan Amy, termasuk skandal perselingkuhannya. Nick hanya ingin isterinya kembali. Amy yang juga ikut menonton acara talkshow itu mulai bimbang, apalagi Desi mulai bersikap semakin overposessive terhadapnya. Amy tergerak untuk kembali ke pelukan sang suami. Amy mulai merencanakan rencana gila untuk lari dari Desi. Dan salah satu adegan paling what the fuck pun terjadi. Amy menebas leher Desi saat mereka sedang bercinta. Darah muncrat kemana-mana dan Amy pun pulang ke rumahnya.

Nick yang sudah tahu akal busuk Amy terpaksa menerima kedatangan Amy. Tapi dengan banyaknya sorotan media dan akting Amy yang seolah menjadi korban pennculikan sang pacar di depan pers dan polisi, Nick pun tidak bisa bisa berkutik.

Nick Dunne: You fucking cunt!
Amy Dunne: I’m the cunt you married. The only time you liked yourself was when you were trying to be someone this cunt might like. I’m not a quitter, I’m that cunt. I killed for you; who else can say that? You think you’d be happy with a nice Midwestern girl? No way, baby! I’m it.
Nick Dunne: Fuck. You’re delusional. I mean, you’re insane, why would you even want this? Yes, I loved you and then all we did was resent each other, try to control each other. We caused each other pain.
Amy Dunne: That’s marriage.

Salah satu dialog paling memorable yang ada di film ini.

Film pun berakhir dengan sebuah adegan talkshow TV yang menampilkan mereka berdua tengah diwawancarai. Mereka mengabarkan berita bahagia. Mereka mengumumkan pada publik kalau mereka tengah berbahagia karena Amy sedang mengandung anak pertamanya dengan Nick. Well, ending yang sungguh ironis memang.

gonegirl-rep

Film ini telah berhasil memuaskan rasa penasaran saya. Cukup wajar bila film ini gagal tayang di bioskop Indonesia karena seperti yang saya udah bilang di atas, film ini banyak banget muatan seksnya seperti beberapa sex scene, topless, dan frontal nudity. Salah satu adegan paling hot adalah saat Nick tengah bercumbu dengan selingkuhannya di sofa. Si ceweknya bener-bener topless bos! Haha. Dan satunya lagi pas adegan Nick dan Amy sedang berada di kamar mandi. Si Ben Affleck bener-bener nude, I thought I’ve seen his penis a lil bit tapi sayang si tante Rosamund Pike cuma disorot dari belakang. Alhasil kita cuma bisa liat punggungnya yang semampai nan aduhai. But the most WTF scene is when Amy killing Desi during sex! Diawali dengan adegan oral sex yang super vulgar, adegan berlanjut ke atas ranjang and damn! Amy suddenly slashed Desi’s neck, dan adegan bercinta pun berubah jadi adegan penuh darah. What a damn creepy scene!

Akting Ben Afflek dan Rosamund Pike memang patut diacungi jempol. Tapi menurut saya, si Rosamund Pike-lah yang layak mendapat applause tertinggi. Gila, aktingnya bener-bener gokil! Dari seorang isteri serba sempurna, smart dan elegan yang bernama Amy Dunne, ternyata dia punya sisi lain sebagai wanita licik, delusional, manipulatif dan tidak segan-segan membunuh untuk memuluskan rencananya. She was absolutely a bitch! Everyone would confess about that! Maka gak heran kalau tante Rosamund Pike ini dapet nominasi Golden Globe tahun ini dan saya gak bakalan heran kalau ia bakal dapet nominasi Oscar juga cause her acting was really God damn awesome!

Dari segi music score, musik latar dalam film ini bakalan lansung membangun imaji suspense sejak adegan pertama . Tangan dingin David Fincher bener-bener juara. The Social Network adalah satu film arahan David Fincher favorit saya dan Gone Girl sepertinya akan masuk juga dalam list saya.

Adegan-adegan sejam pertama mungkin agak sedikit monoton dan membosankan tapi itu yang membuat saya semakin penasaran. Dan pada akhirnya bikin saya tetep betah mantengin layar sampe akhir cerita.Well, gak ada gading yang gak gak retak, begitu juga dengan film Gone Girl ini. Salah satu adegan paling silly adalah ketika si Amy pulang dari rumah sakit dengan tubuh yang masih berlumuran darah. Setahu saya, tiap rumah sakit gak akan mungkin memulangkan pasiennya ketika masih berlumuran darah. Pastinya bakal dibersihin sama bu susternya lah. Agak doesn’t make sense memang. Tapi mungkin seperti itulah adegan yang juga tertulis dalam novelnya –saya belum baca sih. Mungkin biar lebih keliatan dramatis kali ya hehe.

Over all, menurut saya Gone Girl memang sangat layak mendapat predikat salah satu film terbaik di tahun 2014. Dari skala satu sampe lima bintang, saya bakal kasihin empat. It means this movie is really awesome! Congrats buat David Fincher yang kembali membuat saya tercengang dengan karya terbarunya. Semoga bisa Berjaya di ajang Academy Awards tahun ini. I really love this movie, worth it banget buat ditonton! Tapi saya ingatkan kembali, film ini hanya boleh ditonton buat kamu yang sudah berusia 18 ke atas karena beberapa adegan seksnya bakal bikin kamu goyang dumang hehehe.

Sekian review dari saya. Sebenernya banyak banget film yang saya tonton belakangan ini, tapi cuma film ini yang baru sempet dibikin reviewnya. Semoga next time bisa bikin review film-film yang lain 🙂

Sumber gambar: Google

Iklan