SIM Tembak: Antara Kemudahan dan Ironi

Posted: 3 Desember 2012 in Social Politic
Tag:, , , , , , , , , ,

image

Hari Kamis tanggal 22 November 2012 lalu adalah salah satu hari paling bersejarah dalam hidup saya. Hujan tak menyurutkan saya untuk menembus jalanan. Saya akan “melegalkan” pernikahan saya dengan Honda BeAt putih yang sudah saya tunggangi selama 2 bulan ini. Yap, saya mau bikin SIM dan ini adalah pertama kalinya saya bikin SIM. Maklum, saya kan baru pertama kali punya sepeda motor jadi saya masih agak katro-katro gitu deh. Saya ngajak paman saya buat nganterin saya bikin SIM di kantor Polres Cimahi. Karena merasa masih pemula dan skill berkendara motor saya masih semenjana, akhirnya saya pun memilih bikin SIM secara “tembak”.

Well, ternyata cara ini sudah menjadi rahasia umum di satuan kepolisian itu sendiri. Gak terlalu mengejutkan memang. Kakek nenek sama Bapak Presiden aja udah pada tau kalee! Pukul 9 pagi, saya udah nyampe di polres Cimahi yang terletak di Jalan Raya Cibabat. Baru aja markirin motor di tempat parkir, saya dan paman saya sudah ditawari oleh beberapa calo yang katanya bisa bantuin saya bikin SIM secara instan. Sumpah, calo-calo ini udah kayak penjual kacang goreng aja! Ini mau bikin SIM atau mau nonton layar tancep sih? Tawar menawar biaya bikin SIM pun dilakukan secara terbuka. Kita gak perlu takut karena polisi pun sudah mafhum akan hal ini. It’s serious! Yeah, this is an illness! Corrupt people is everywhere, even in the department which always say to fight corruption! What the fuck is it? I live in the fuckin country, bitch!

image

Setelah ngebacot cukup alot, kami sepakat biaya yang harus dibayar sebesar Rp 350.000, harga umum untuk bikin SIM tembak. Bandingkan dengan bikin SIM secara prosedural yang cuma sekitar Rp 100.000. Bener-bener rugi bandar gue! Paman saya cuma nungguin di luar sedangkan saya disuruh ngisi formulir pendaftaran dan cap jari dengan mengeluarkan uang Rp 5.000 di loker pendaftaran. Calo itu yang ngisi tektek bengek formulirnya sementara saya cuma nyerahin jari saya buat dicap. Setelah itu dia ngamplopin uang 350.000 itu (bahkan tukang amplopnya pun juga banyak lho!) dan nyuruh saya buat menyerahkannya ke salah satu oknum polisi di kantor pembuatan SIM. Saya kasihin amplop itu, tapi oknum itu minta uang 30 rebu buat nge-ACC tes kesehatan yang gak saya lakuin. Oke deh saya kasih. Saya lalu disuruh ikut tes teori sebagai formalitas. Saya gak dituntut untuk lulus karena dia udah ngejamin bakal ngelulusin. Udah tes, saya lalu disuruh ngambil berkasnya di loker tempat tes praktek. Tapi karena saya salah tempat nunggu, jadinya lama jadinya deh. Setelah disuruh ngambil berkas oleh oknum polisi tadi, saya nungguin panggilan buat difoto. Gak terlalu lama sih, paling cuma 10 menitan. Saya pun lalu difoto dan diminta nunggu SIM-nya jadi. Dan setelah 15 menit SIM saya pun akhirnya jadi. Total biaya yang saya keluarin sekitar Rp 385.000 dengan total waktu sekitar 2 jam setengah. Sebenarnya kalo tadi saya gak salah duduk di tempat nunggu sih bisa lebih singkat lagi. Tapi itulah gobloknya saya. Maklum, baru pertama kali. Jadi agak bingung sendiri deh hehe…

image

Begitulah pengalaman saya bikin SIM secara tembak. Saya gak mau dibilang munafik. Saya akuin saya cukup terbantu dengan adanya pembuatan SIM tembak ini. Agak aneh juga melihat saya yang masih belum begitu lancar berkendara tapi dengan mudahnya bisa dibikinin SIM. Mungkin, inilah yang menyebabkan banyaknya kecelakaan terjadi di jalan raya. Prosedur bikin SIM aja bisa dimanipulasi, pantas aja banyak pengendara yang berseliweran tanpa skill yang mumpuni (termasuk saya hehe…). Ya, beginilah negeri kita. Semua ketentuan bisa diatasi. Segala aturan bisa diminimalisasi. Agak ngeri juga sih! Tapi mau gimana lagi, this is my lovely fuckin country! Semua bisa dibeli! You just need money to reduce all of difficulty!

Finally, I have to confess. Now, everyone knows that I ride so bad! Haha

Iklan
Komentar
  1. bb17 berkata:

    tenang, agan gak melanggar peraturan, hanya membengkokkannya.

  2. WAwan berkata:

    Minta doanya buat yang udah pengalaman ane lagi bikin nih tapi kayanya susah nih si calo pura2 gak butuh duit harus jalur normal dulu bilangnya .hadeuhhh ..

  3. imamzaelani berkata:

    mau bikin sim dimanah ya

  4. imamzaelani berkata:

    mau bikin sim dimanh.si

  5. Gak pernah nembak pas ngurus SIM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s