Where do you live, Rosmen? I live in a beautiful village that there’re a rock mountain, train railway, gardens and a part curiousity of eden. Where were you born, Rosmen? Look in to Google Maps, here I was born baby!

image

Kampung Cilio, Desa Tagogapu, Kec. Padalarang, Bandung Barat

Hari ini adalah hari pertama libur Lebaran dan pagi ini adalah saat yang pas buat jalan-jalan kecil mencari udara segar. Tapi jalan-jalannya gak perlu jauh-jauh. Cukup ke belakang rumah aja. Di sini saya bisa menikmakti suasana asri kebun-kebun tetangga, romantisme rel kereta, pepohonan dan sebuah gunung karang tempat monyet-monyet bercengkrama. Kampung Cilio, itulah tempat tinggal saya. Saya akui saya jarang keluar rumah dan melebur dalam aktifitas bertetangga. Bukannya saya anti-sosial, tapi saya melakukan aktifitas luar ruangan secukupnya. Dan jalan-jalan pagi ini adalah satu-satunya kesempatan saya untuk menikmati harmonisme kampung dari sudut pandang berbeda.

image

image

Rel Kereta Api Padalarang-Tagogapu

Saya tidak percaya sudah 21 tahun hidup di salah satu sudut bumi ini. Di sinilah saya lahir dan tumbuh menyempurnakan diri menjadi makhluk sapiens. 80 persen kenangan hidup saya terpatri di sini. Leluhur saya beranak pinak di tempat ini dan mungkin saya juga akan melanjutkannya suatu hari nanti. Meski terkadang saya merasa terasing di habitat saya sendiri, tapi bagaimanapun saya adalah salah satu bagian kampung ini.

Saya patut beryukur tinggal di sini. Pemukiman penduduk belumlah terlalu padat dan kualitas udara pun masih di atas rata-rata. Gak ada polusi berarti, paling cuma suara bising mobil dan kereta api. Hmm… rasanya sayang kalau menikmati suasana pemandangan kampung tanpa berbagi lewat fotografi. Alam kampung ini masih cukup perawan untuk digagahi lensa kamera. So, I take my camera phone. Shoot the landscape on. Put my instagram to get a little bit sensation. And here is it! Where am I, baby!

image

image

image

Alam Kampung di pagi hari

Saya menyesal telah melewatkan banyak hal yang terjadi di kampung ini. Banyak teman-teman saya yang sudah melanglang buana pergi ke daerah lain. Banyak pula perubahan fisik kampung yang nggak saya sadari. Oh man, kemana aja saya selama ini? Saya terlalu banyak menyepi diri di tempat lain sehingga saya melupakan plasma nuftah saya sendiri. Saya terlalu lama berkutat dalam egosentris pribadi sehingga saya lupa untuk bersosialiasi. Mungkin kali ini saya bisa bersosialisasi. Tapi saya baru bisa bersosialisasi dengan pepohonan dan gunung yang selalu mengancam dengan bahaya erosi.

How I must do now? I walked miles away and don’t know how I get back. The trees and the sun rise over the ground and I gotta learn to understand the land that I step on.

image

image

image

image

My Instagram Pics

Lewat foto-foto sisi alam kampung yang saya abadikan di sini, saya mengerti kalau saya harus lebih banyak bergaul dengan alam pagi. Melihat mentari terbit, mendengar kicauan burung yang bernyanyi dan menapaki embun dingin yang merona di balik rerumputan adalah momen yang sungguh extra ordinary. Saya seperti tengah melukis di atas kanvas saya pribadi. Sungguh menentramkan mata, telinga dan hati. Pagi seperti inilah yang saya cari. Gak ada yang bisa nandingin deh!

Jalan-jalan pagi itu memang sangat menyenangkan sekali. Apalagi kalau jalannya sambil telanjang kaki. Embun dingin meresap ke sela-sela kaki. Rumput dan bebatuan memijati dengan sepenuh hati. Wah, bener-bener menyehatkan! Mimpi buruk semalam jadi terlupakan. Segala stres sejenak hilang dan saya pun melenggang dengan hati yang lapang.

image

image

image

Pepohonan di kaki gunung

Kampung ini adalah tempat saya melahirkan sejuta inspirasi. Kampung ini tak akan meninggalkan saya pergi (Ya, iyalah! Kampung ini gak bisa jalan kalee..). Eksistensi saya masih terjaga di sini. Pengakuan alam pagi ini sungguh menyegarkan iman. Oh Tuhan, terima kasih Kau izinkan saya tinggal di sini! I’m still here. I love my beautifulville and I bet to always love it. Cilio is my beautiful country! Yeah, I’m living here buddy!

image

image

image

image

Alam perawan kampungku

Jalan pagi pun berakhir dengan semangat yang membumi. Saya telah puas berorgasme dengan udara pagi. Matahari pun sudah tak malu-malu lagi mengintip terang-terangan dari balik awan. Hari-hari saya bersama kampung cantik ini akan saya lanjutkan. My beautifulville is just my beautifulville! I’m gonna stay here! Here after!

image

Pemukiman penduduk kampung

Good morning!

Posted from WordPress for Android

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s