Arsip untuk Agustus, 2012

image

Money, I need you!

Menjelang Lebaran, keuangan berada di titik rawan. Saldo ATM amblas, gaji ludes, THR pas-pasan, dompet kering kerontang. Apalagi coba! Semua “aset” saya sudah dihabiskan. Bagaimana ini? Padahal kan belum Lebaran, gimana kalo udah lebaran? Mati deh gue! Rasanya sangat naif kalo cuma nyalahin momen Lebaran, kemudahan saya dalam mengeluarkan uang rasanya lebih pas buat dikambinghitamkan. Oke, berapa uang yang sudah saya habiskan? Berapa ya? Saya lupa haha…

Belanja, beli pulsa bulanan, jajan ini itu, hangout bareng teman, ongkos, jatah ortu dan sebagainya udah menelanjangi dompet saya secara membabibuta. Well, well, well, jadi gimana nasib dompet saya sekarang? Sekarat. Dan mungkin dalam beberapa hari lagi akan mati. Tidaaak!!!!

Boros! Boros! Boros! Itulah penyebab utamanya. Saya gak pernah bisa memanage uang secara sempurna. Apa yang udah dikonsep di awal bulan harus menyerah melawan godaan. Padahal saya udah rencanakan sebelumnya apa aja yang harus saya beli dan saya butuhkan. Masalahnya adalah mindset saya yang masih bisa diobrak-abrik oleh keinginan sesaat. Masih ingat dibenak saya saat beberapa hari lalu saya kalap berbelanja di swalayan. Oh my God, saat itu saya seperti singa gila yang mengobrak-abrik hutan. Dan itu sangat sangat sangat sebanding dengan rupiah yang harus saya keluarkan. Itulah salah satu kebodohan saya di bulan ini. Patut diapresiasi? Tentu saja jika anda mau melempari saya dengan lembaran struk panjang dan setumpuk tagihan.

Sebagai pemuda 20 tahunan yang sedang mencoba untuk hidup mandiri, apa perlakuan saya terhadap uang sudah keterlaluan? Okay.. okay… ini memang 100 persen salah saya! Lalu apa yang harus saya lakukan? Bisakah saya hidup hemat di masa mendatang? Hemat, cermat dan tidak laknat dalam mengambil keputusan keuangan?

Tadi saya udah nyoba-nyoba browsing cara-cara memanage keuangan. Secara teori mungkin saya bisa, tapi prakteknya bagaimana? Saya memang bukan pakar finansial yang bisa merencanakan keuangan secara tepat dan gamblang. Tapi gimanapun saya selalu berhubungan dengan uang (“Karena sesungguhnya manusia dan uang itu bersaudara.” -Al Rosmen ayat 501). Dan uang itu harus digunakan melalui perencanaan agar nggak berkeliaran sembarang.

So, darimana saya memulai ini semua? Setiap perubahan pasti membutuhkan komitmen untuk berubah. Komitmen keuangan, itulah langkah pertama yang harus saya lakukan. Komitmen keuangan macam apa yang harus saya komitmenkan? Komitmen untuk tidak diperbudak oleh uang! Kita itu manusia dan uang itu hanya nominal harga. Maka kita harus mempunyai otoritas penuh untuk mengaturnya. Rp 1.000,- akan menjadi Rp 0,- bila kita tidak bisa mengaturnya. Dan Rp 1.000,- mungkin aja bisa menjadi Rp 500,- atau Rp 900,- bila kita mampu mengaturnya. Jadi, pada dasarnya otoritas kitalah yang jadi faktor utamanya. Do you agree? Of course, cause I see. Jika ada uang Rp 1.000,- di saku saya, maka itu adalah pemberian Tuhan yang harus saya gunakan berdasarkan cara yang telah dianjurkan-Nya. Tentunya dengan cara-Nya, saya akan tahu sejauh mana otoritas finansial saya.

“UANG ADALAH KEDAULATANKU. AKU BERDAULAT PENUH ATAS UANGKU DAN AKU TIDAK AKAN DIPERBUDAK OLEH UANGKU,” camkan itu!

Saya akan lebih serius lagi mengikuti saran pakar keuangan. Komitmen itu harus jadi pedoman keuangan saya. Ingatlah, saya sudah banting tulang bekerja untuk mencarinya. Masa dihabiskan gitu aja sih, kan gak sepadan. Seperti saat kita menjalin komitmen dengan pacar, saya juga harus berkomitmen dengan rencana keuangan. Jangan sampai kita melanggar komitmen dan memutuskan hubungan. Ketahuilah kawan, jadi jomblo itu sungguh tidak menyenangkan (kok jadi curcol sih?). Galau karena putus cinta memang menyedihkan, tapi galau karena gak punya uang sungguhlah mematikan. Banyak orang yang mati karena gak punya uang. Kemiskinan dan kelaparan serta terjerat hutang akan semakin mendekatkan kita pada liang lahat. Bersyukurlah saya masih punya pekerjaan. Ingatlah masa-masa saat saya masih pengangguran. Saat itu hidup sungguh menyakitkan. Jangankan bisa hangout makan-makan, beli pulsa pun gak kesampean. Saya harus selalu mengingat hal itu karena dengan mengingatnya, saya akan kembali diingatkan bagaimana kerasnya perjuangan mencari uang.

Am I the only one getting tired?
Why is everybody so obsessed?
Money can’t buy us happiness
Can we all slow down
And enjoy right now
Guarantee we’ll be feeling alright

Begitulah kata Jessie J dalam lirik lagu Price Tag-nya. Okay, money can’t buy us happiness but without money we can’t guarantee that we can always be happy. Can you guarantee that? Ayolah! Yang harus saya lakukan adalah berdamai dengan keinginan dan mengefisensi kebutuhan. Kebutuhan tidak sama dengan keinginan. Keinginan spontan tidak lebih penting dari kebutuhan.

DESIRE ≠ REQUIREMENT

Notice me that! Tak ada keinginan yang lebih penting dari kebutuhan. Itu adalah sebuah hukum alam. Menekan keinginan dan mempriotaskan kebutuhan adalah harga mati. Uang tidak tahu mana keinginan mana kebutuhan. Dan sesungguhnya hanya saya yang seharusnya tahu akan hal itu.

Perlu saya tekankan lagi tentang uang dan superioritas pemiliknya. Begini rumusnya,

MONEY ≠ ME

Kita tidak lebih rendah dari uang yang kita miliki. Maka berkurang tidaknya uang yang kita miliki tergantung dari mindset kita sendiri. Money is not same with me! Yup, that’s the conclusion! Money can be a poison or a honey but I’m still a human, buddy! How much your money in the pocket doesn’t mean anything. Your thought is the important thing to buy something. So, just be efficient and saving. That’s a good thing.

Baiklah, sekarang saya harus menghitung berapa uang yang masih tersisa di dompet saya. Saya punya otoritas dan tanggung jawab penuh untuk menggunakannya.

Ck… ck… cckk….
Oh my Gosss, uangku mana? Ternyata dompetnya kosong! What the hell is going on??? I need my fuckin MONEEEY!!!!!

Kalo kere gini sih apa yang musti dihemat… Ah dasar bangke!!!

Iklan

Where do you live, Rosmen? I live in a beautiful village that there’re a rock mountain, train railway, gardens and a part curiousity of eden. Where were you born, Rosmen? Look in to Google Maps, here I was born baby!

image

Kampung Cilio, Desa Tagogapu, Kec. Padalarang, Bandung Barat

Hari ini adalah hari pertama libur Lebaran dan pagi ini adalah saat yang pas buat jalan-jalan kecil mencari udara segar. Tapi jalan-jalannya gak perlu jauh-jauh. Cukup ke belakang rumah aja. Di sini saya bisa menikmakti suasana asri kebun-kebun tetangga, romantisme rel kereta, pepohonan dan sebuah gunung karang tempat monyet-monyet bercengkrama. Kampung Cilio, itulah tempat tinggal saya. Saya akui saya jarang keluar rumah dan melebur dalam aktifitas bertetangga. Bukannya saya anti-sosial, tapi saya melakukan aktifitas luar ruangan secukupnya. Dan jalan-jalan pagi ini adalah satu-satunya kesempatan saya untuk menikmati harmonisme kampung dari sudut pandang berbeda.

image

image

Rel Kereta Api Padalarang-Tagogapu

Saya tidak percaya sudah 21 tahun hidup di salah satu sudut bumi ini. Di sinilah saya lahir dan tumbuh menyempurnakan diri menjadi makhluk sapiens. 80 persen kenangan hidup saya terpatri di sini. Leluhur saya beranak pinak di tempat ini dan mungkin saya juga akan melanjutkannya suatu hari nanti. Meski terkadang saya merasa terasing di habitat saya sendiri, tapi bagaimanapun saya adalah salah satu bagian kampung ini.

Saya patut beryukur tinggal di sini. Pemukiman penduduk belumlah terlalu padat dan kualitas udara pun masih di atas rata-rata. Gak ada polusi berarti, paling cuma suara bising mobil dan kereta api. Hmm… rasanya sayang kalau menikmati suasana pemandangan kampung tanpa berbagi lewat fotografi. Alam kampung ini masih cukup perawan untuk digagahi lensa kamera. So, I take my camera phone. Shoot the landscape on. Put my instagram to get a little bit sensation. And here is it! Where am I, baby!

image

image

image

Alam Kampung di pagi hari

Saya menyesal telah melewatkan banyak hal yang terjadi di kampung ini. Banyak teman-teman saya yang sudah melanglang buana pergi ke daerah lain. Banyak pula perubahan fisik kampung yang nggak saya sadari. Oh man, kemana aja saya selama ini? Saya terlalu banyak menyepi diri di tempat lain sehingga saya melupakan plasma nuftah saya sendiri. Saya terlalu lama berkutat dalam egosentris pribadi sehingga saya lupa untuk bersosialiasi. Mungkin kali ini saya bisa bersosialisasi. Tapi saya baru bisa bersosialisasi dengan pepohonan dan gunung yang selalu mengancam dengan bahaya erosi.

How I must do now? I walked miles away and don’t know how I get back. The trees and the sun rise over the ground and I gotta learn to understand the land that I step on.

image

image

image

image

My Instagram Pics

Lewat foto-foto sisi alam kampung yang saya abadikan di sini, saya mengerti kalau saya harus lebih banyak bergaul dengan alam pagi. Melihat mentari terbit, mendengar kicauan burung yang bernyanyi dan menapaki embun dingin yang merona di balik rerumputan adalah momen yang sungguh extra ordinary. Saya seperti tengah melukis di atas kanvas saya pribadi. Sungguh menentramkan mata, telinga dan hati. Pagi seperti inilah yang saya cari. Gak ada yang bisa nandingin deh!

Jalan-jalan pagi itu memang sangat menyenangkan sekali. Apalagi kalau jalannya sambil telanjang kaki. Embun dingin meresap ke sela-sela kaki. Rumput dan bebatuan memijati dengan sepenuh hati. Wah, bener-bener menyehatkan! Mimpi buruk semalam jadi terlupakan. Segala stres sejenak hilang dan saya pun melenggang dengan hati yang lapang.

image

image

image

Pepohonan di kaki gunung

Kampung ini adalah tempat saya melahirkan sejuta inspirasi. Kampung ini tak akan meninggalkan saya pergi (Ya, iyalah! Kampung ini gak bisa jalan kalee..). Eksistensi saya masih terjaga di sini. Pengakuan alam pagi ini sungguh menyegarkan iman. Oh Tuhan, terima kasih Kau izinkan saya tinggal di sini! I’m still here. I love my beautifulville and I bet to always love it. Cilio is my beautiful country! Yeah, I’m living here buddy!

image

image

image

image

Alam perawan kampungku

Jalan pagi pun berakhir dengan semangat yang membumi. Saya telah puas berorgasme dengan udara pagi. Matahari pun sudah tak malu-malu lagi mengintip terang-terangan dari balik awan. Hari-hari saya bersama kampung cantik ini akan saya lanjutkan. My beautifulville is just my beautifulville! I’m gonna stay here! Here after!

image

Pemukiman penduduk kampung

Good morning!

Posted from WordPress for Android

KAPASITAS HAMPIR HABIS!
INTERNAL PHONE STORAGE IS GETTING LOW!

image

source: flikie.com

Hari ini saya bete banget! Hape android saya ngadak-ngadak lemot karena memori internalnya habis disesakin aplikasi. Tadi saya udah googling buat nyari solusi agar bisa mindahin aplikasi ke SD card, tapi gak dapet. Nyoba nengok di forum-forum juga sama aja. Ujung-ujungnya hape harus dirooting dulu, padahal rooting itu kan beresiko. Garansi hape bisa hangus, rawan kerusakan plus berbagai virus mengancam lagi. Rooting, rooting, rooting!!! Apa gak ada solusi lain? Berabe ah! Gak efisen!

Terus saya harus gimana donk? Sebagai Newbie, saya sama sekali awam soal masalah ini. Gak mungkin kan kalo harus ngehapus semua aplikasi. They’re so usefull and I really need ’em! Go Launcher, Hacker’s Keyboard, Antivirus, Google Maps, Gmail dan lain-lain jelas gak bisa di-uninstal gitu aja! Semua aplikasi itu mendukung peforma hape saya dan saya pun menyukainya. Tapi kenapa sih semua harus ngabisin jatah memori internal? Udah tahu memori internal itu kapasitasnya terbatas. Secara, memori internal Samsung Galaxy Y saya cuma berkapasitas 190 MB. Kalo dikurangin sama data-data bawaan pabrikan, kapasitas memorinya bisa nambah ngurangin lagi. Saya gak download aplikasi terlalu banyak kok! Tapi kok beban memorinya seabreg ya? This is a sh*t! Android is so greedy, but my memory phone storage is so stingy. I can do nothing. The applications can’t be wasted and the default phone is so fuckin boring.

image

image

image

source: flikie.com

Aplikasi App2sd yang saya download dari Play Store ternyata sama sekali gak berguna. Aplikasi yang unable to SD tetep gak bisa enable. Mentang-mentang saya download versi gratisnya, performanya pun semenjanya. Bener-bener menyebalkan! Kenapa sih ada aja aplikasi nakal yang suka nyerobot memori internal, padahal SD card kan masih lega? Mungkin depelovernya yang ngehe kali ya. Jangan karena buat ngejaga eksklusifitas aplikasi lalu memori hape harus dipaksa tereduksi. Kalo bikin aplikasi itu bukan cuma fungsional, tapi juga harus fleksibel dan ergonomis. We have to use everything effectively, include using my memory phone storage absolutely. Haha, saya jadi sewot nih! Maklum, sebagai Android lovers, saya cukup kesal juga nih!

image

source: flikie.com

Jadi, buat para Andronesia yang ada seluruh penjuru nusantara tolong bantu saya dong! Saya yakin bukan saya aja yang juga bingung nyari solusi buat nambal keterbatasan kapasitas memori. It’s a big problem. Is there anybody that can solve ’em? Help me please! I really need your advice, Android baby….

Posted from WordPress for Android