Arsip untuk Oktober, 2011

 x on Twitpic

Come up to meet you, tell you I’m sorry
You don’t know how lovely you are
I had to find you, tell you I need you
Tell you I set you apart
(Coldplay-The Scientist : 2002)

It’s been 9 years since I heard that song for the first time but I still feel the same. Sinking in the peace, reminding all of everlasting memories. Masa kecil saya terpatri indah dalam lagu itu. Terbayang jalur rel kereta api lengkap dengan bunyi sirine pintu rel yang menyejukan. Saya dipaksa harus berjalan mundur menyusuri jalur rel kereta api itu (like Chris Martin in The Scientist video) tuk menapaki kembali setiap jengkal memori yang pernah
saya injaki, menerawang jauh melucuti kenangan yang terbungkus dalam lubuk hati.

Bersama teman-teman, saya selalu berjalan melewati rel kereta sehabis bermain bola di lapang Vorvo, Pasupanda atau Bojong Kiara –yang kini sudah ludes tergerus tol Cipularang. Masa itu adalah masa-masa yang paling indah bagi saya. I had many fabulous friends, prestasi saya di sekolah lagi bagus-bagusnya, ekonomi keluarga masih belum nelangsa dan Tuhan pun masih belum banyak berdebat tentang keegoisan saya. Yeah… that was great, but now I’m nothing.

I was just guessing, at numbers and figures
Pulling the puzzles apart
Questions of science, science and progress
Do not speak as loud as my heart

I wanna say sorry to all my friends. Entah apa yang membuat saya terlempar jauh dari kalian. Saya ingin kembali terlempar ke masa dulu. Ke masa dimana tawa dan canda begitu mudah untuk dirayu. My beautiful memories had passed away on my way. Lewat lagu ini, saya telah dingatkan kembali bahwa terkadang kenangan itu memang patut untuk di-recovery.

Yup, I know that I’m wrong, but science has noticed me that I gotta trust my memories to go on…

No body said it was easy
Oh, it’s such a shame for us to part
No body said it was easy
No one ever said it would be so hard

I’m going back to a start…