Arsip untuk September, 2011

 Meoong... (sjak ngelahirin gak pernah menstruasi lagi...!) on Twitpic

Suka geli deh kalo ada cewek yang beli pembalut di warung ibu saya. Apalagi kalo pas kebetulan saya yang jaga, tingkah cewek-cewek yang sebagian besar masih ABG itu suka jadi mendadak aneh. Berikut ini adalah beberapa contohnya ;

1) Ada cewek yang suka gak jadi beli. Kalo liat saya mereka jadi nervous buru-buru berbalik pergi lagi atau malah jadi beli barang yang lain.

2) Ada pula cewek yang langsung nyelonong masuk warung terus ngambil pembalut sendirian tanpa permisi. Setelah pembalut di tangan, dia lalu ngasihin uang tanpa ngucapin apa-apa dan pergi begitu saja dengan hanya meninggalkan sebuah senyuman.

3) “A, pembalutnya dibungkus donk?” Dibungkus? Emangnya nasi uduk! Modus ini memang sering banget terjadi. Pada modus ini, pembalut tuh gak jauh beda sama ganja atau ekstasi yang harus dikeresekin atau dibungkus rapi supaya gak diendus orang lain atau bahkan polisi.

4) “A, ada bantal terbang gak?” Ngedenger pertanyaan itu dahi saya langsung mengernyit. What it means? “Itu lho, yang suka dipake pas ada tamu bulanan!” ucapnya dengan muka memerah. Barulah saya sadar apa maksudnya. Pembalut memang mempunyai banyak nama samaran yang membuat otak saya harus bersitegang.

Hihi… itulah sebagian tingkah cewek yang suka beli pembalut di warung enyak ane. Dalam hati, saya bersyukur terlahir sebagai cowok yang gak perlu menghadapi siklus bulanan. Salut buat para ladies yang gak pernah letih berperang dengan sang tamu tak diundang. Mungkin kalo gak ada proses yang demikian, para cowok pun gak akan pernah dilahirkan.

Pembalutmu memang bukan pembalutku, bukan pula urusanku. Tapi melalui pembalut yang kamu beli dariku, aku jadi semakin mengerti akan keistimewaanmu…..

Boleh dibilang saat ini Britney Spears dan Lady Gaga adalah salah dua dari makhluk paling populer di planet ini. Tapi jika saya diminta harus memilih salah satu dari mereka, I’ll say NO! Saya gak mungkin bisa ‘mencomot’ salah satu dari mereka. 50 persen dari komposisi gen saya adalah little monster sejati dan 50 persennya lagi adalah Britneyholic yang telah terhibridisasi. Saya sama-sama mem-follow Twitter keduanya, Facebook mereka selalu saya centang dengan tanda suka dan Baby One More Time serta Bad Romance masih jadi lagu yang everlasting buat saya.

Saya suka Britney Spears sejak kelas 2 SD, saat Baby One More Time dan Crazy masih wara-wiri menginvasi bumi. Saya anggap Britney sebagai cinta pertama saya. Lagu-lagu, gosip dan sensasinya tak pernah lekang menghiasi perjalanan hidup saya. Sosoknya apalagi, di usia belia saya bahkan sudah ingin menikahinya. Dia jadi role model isteri masa depan saya (meskipun kini dia sudah jadi janda beranak 2 dan bakal menikah lagi pula). Seluruh teman-teman saya dari SD sampe SMA sudah pada tahu akan kegilaan saya pada sang puteri pop 2 dekade ini. I fucking love her so muuuch….

Begitu pun dengan Lady Gaga, saya suka dia sejak SMA, tepatnya ketika Just Dance dan Poker Face menggelegar ke seluruh penjuru alam semesta. Saya anggap Gaga sebagai ibu biologis yang tak pernah melahirkan saya. Saya suka gaya nyeleneh out of the box-nya. Saya suka pemikiran absurdnya. Music, fashion and pop culture have been shocked by her Midas touch. Dia telah membawa saya dalam erotisme orgasme kreatifitas yang luar biasa. She makes me confidence and love my fucking self. She’s beautiful in her way cause God made her no mistake. I love you mother fucking monster!

Yeah, Britney and Gaga are awesome. They’re georgeous! Dunia gak akan sama jika tanpa mereka berdua. Dan saya bisa gila bila dunia tanpa mereka. Seperti yang tadi saya bilang, I can’t choose one of them. I just can love ’em forever as I know. They’re living in my blood. They rock me when I’m happy and sad. Terpujilah Tuhan karena telah menciptakan mereka berdua. I love God and I love His beautiful creatures too. Britney, Gaga, I love youuuu….!!!

Rah-rah-a-aa-aaah
Roma roma-maaa
Gaga ooh la laaa
Hit me Britney one more time!!!!

Tiap habis lebaran, Jakarta selalu disesaki ribuan pendatang. Dan mungkin tahun ini saya akan jadi salah satunya. Bibi saya ngajakin saya buat tinggal di Jakarta. Dia nawarin saya buat kerja di perusahaan tempatnya bekerja di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur. Ini suatu keputusan yang sulit buat saya. Bisakah saya meninggalkan Padalarang, Bandung, gunung-gunung dan seluruh isinya? I really don’t know. Gimana dengan obsesi-obsesi saya? Gimana dengan my Lady Wanda (tau kan? Dia kucing kesayangan sekaligus adik angkat saya), siapa yang akan mengurusnya?

Jakarta mengharuskan saya untuk tampil prima. Jakarta mengharuskan saya untuk 90% berbahasa Indonesia –10% -nya masih bahasa Sunda karena saya akan “mengungsi” di rumah bibi saya.

Ya, I know it’s hard but I gotta try it. Jakarta memang terdengar menyeramkan. Tapi, tidak ada salahnya kalo saya mencicipinya. I gotta MOVE ON. Kaki sayalah yang akan berbicara. Tuhan yang berkuasa. Jika Dia mengiyakannya, kenapa saya harus menjawabnya tidak?

I’m not afraid. Saya hanya harus menjadi seorang ROSMEN. I just have to be MY SELF. Just it. I’m a cheerfull, out of the box, creative creature. An awesome and georgeous species. Bukankah saya ingin menjadi plankton yang bebas menjelajahi luasnya samudera? Jika Jakarta harus menjadi habitat baru saya, kenapa enggak? YEAH, I’LL BE ALRIGHT! Should I go to JAKARTA? I’m exactly ready!

Jakarta sambutlah diriku! Jadilah ruang eksperimenku yang baru!!!