Back To 90s

Posted: 14 Agustus 2011 in Personal
Tag:, , , , ,

Sehabis mendownload beberapa lagu Nirvana, Metallica, Oasis dan Madonna, tiba-tiba saya jadi ingin terlempar ke era 90an, ke era dimana saya masih belum mengenal dunia yang sebenarnya, ke era dimana mp3 dan internet masih terlalu asing di telinga. Era 90an itu emang era yang ajip ya. Meski saat itu saya masih kanak-kanak (bahkan bisa dibilang masih balita karena belum masuk sekolah), tapi saya sudah akrab dengan lagu-lagu grunge dan pop klasik ala musisi lokal dan dunia.

Ketika itu, lagu Nike Ardila dan Madonna begitu akrab di telinga. Berlanjut dengan demam boyband dan Britney Spears yang menjangkiti khasanah musik dunia.

TV berwarna menjadi salah satu produk tercanggih di masa itu. Keenam stasiun TV negara dan swasta sangat getol menawarkan budaya populer dan acara-acara seru.

Masih ingat dengan kuis Piramida atau Kata Berkait? Ingat pula gak sama telenovela Marimar, Rosalinda, Esperansa plus sinetron Si Doel, Keluarga Cemara, Jin dan Jun serta Gerhana? Wah, pada ngangenin kan?

Lagu dan film anak-anak serta serial animasi turut memberi cerita. Siapa yang gak tau Joshua, Agnes Monica, Trio Wek Wek dan Cindy Cenora? Lalu gimana pula dengan film Saint Seiya, Saillormoon, Jiban, Ksatria Baja Hitam dan Power Ranger? It’s so classical and fenomenal.

Masa 90an memang menyenangkan. Tapi jangan lupa, masa 90an juga penuh dengan kekisruhan dan kekacauan. Masa kanak-kanak saya harus dilewati dengan berbagai tayangan chaos dan kerusuhan di periode awal reformasi. Krisis moneter membabi buta, gelolak politik, keamanan dan ekonomi menjadi hiburan tersendiri bagi anak ingusan seperti saya. Dan era 90an pun harus dhakhiri dengan isu menggemparkan ihwal kiamat di tanggal 9 September 1999. Sekolah diliburkan dan saya ngumpet di rumah menunggu momen menegangkan yang sama sekali tak pernah terbukti kebenarannya.

With the lights out, it’s less dangerous
Here we are now, entertain us
I feel stupid and contagious
Here we are now, entertain us

Petikan lagu Smells Like Teen Spirit Nirvana di atas mengakhiri flashback era 90an saya. Yup, it was the most entertaining era but contagious too. Era 90an memang ngangenin. Meski terkadang kita harus sedikit mengernyitkan dahi untuk mengingatnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s