Ketika PLN Ikut Berpuasa

Posted: 10 Agustus 2011 in Opinion
Tag:, , , , ,

Jarum jam hampir menunjukkan pukul 6 sore, tapi adzan Magrib belum kunjung berkumandang. Boro-boro mau adzan, wong pengeras suara di masjidnya aja gak hidup karena listrik mati.

Akhir-akhir ini, PLN emang lagi rajin-rajinnya matiin listrik di kampung kami. Sebenernya udah dari dulu sih. Tapi entah kenapa kok di bulan puasa malah makin menjadi-jadi. Dalam seminggu, bisa 4 sampe 6 kali. Durasinya pun bisa berjam-jam, bahkan bisa sampe seharian atau semaleman. Nggak asyik banget deh! Mentang-mentang puasa lalu layanan istrik pun bisa puasa seenaknya. Kalo kita yang puasa sih, imsak sama bukanya jelas. Kalo PLN yang puasa, imsak sama bukanya gak tau waktu. Keseringan lagi! Ngebetein!

Kepada Bapak Ibu petinggi PLN, tolong berikan pelayanan yang mumpuni. Kami selalu bayar tagihan listrik tepat waktu kok. Dan kami rasa, kami pun sudah cukup berhemat memakai listrik selama ini. Kami gak punya AC, pemanas air atau televisi LCD 32 inchi. Kami cuma pake angin sepoi-sepoi, tungku kayu bakar buat manasin air sama televisi jadul yang dibeli pas zaman presiden Pak BJ Habibie. Nggak ada peralatan elektronik keren di rumah kami. Nyuci baju masih sering di batu kali. Kadang-kadang nyetrika pun masih suka pake setrika arang peninggalan aki nini.

Saya harap PLN masih menjadi Perusahaan Listrik Negara, bukan Perusahaan Listrik Nelangsa. PLN tidaklah kami benci. Kami cuma ingin PLN mengerti. Kami butuh listrik. Listrik membuat ibu bisa menanak nasi. Listrik membuat bapa bisa nonton sinetron lagi (lho kok?)

Saya berharap di bulan puasa ini PLN mau berbesar hati. Jangan keseringan puasanya. Jangan pula bolong-bolong pelayanannya. Cepatlah berbenah diri. Agar di malam takbiran nanti, kami gak perlu obor buat keliling kampung mengumandangkan takbir Ilahi.

Mulai was-was hati ini. Lampu kamar mulai meredup kembali. Saya harus cepat-cepat mengakhiri tulisan ini sebelum koneksi internet keburu oleng karena listrik mati (lagi).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s