Anjing!

Posted: 4 Agustus 2011 in Fiction
Tag:, , , , ,

Kulahap sepiring sisa makan siang yang sengaja ia berikan padaku. Berharap bisa enyahkan rasa lapar yang sudah mengaung sejak dua hari lalu.

“Makannya agak cepetan ya!” seru bocah yang baru duduk di kelas satu SD itu sambil mengelus-ngelus bulu hitamku. Aku tahu ia menyayangiku, meski tak bisa kupungkiri sering pula ia menyiksaku dengan tendangan atau lemparan batu. Tapi aku tak menyalahkannya. Toh itu juga karena salahku. Aku terlalu lancang masuk ke halaman rumah hingga tak jarang ibunya ikut keluar menyiramkan air panas ke tubuhku.

Aku cuma bisa melongok dari balik pagar. Mengintip jauh ia dan keluarganya yang bahagia meski terkadang suara tangis dan pecahan kaca kerap terdengar dari balik jendela.

Setiap hari, aku ikuti langkah kecilnya. Memastikannya sampai di gerbang sekolah. Kuikuti dia dari belakang. Kutunggui ia hingga bel sekolah menjerit meluapkan seruan pulang. Tak kubiarkan ia menyadari kehadiranku. Bagiku sudah cukup melihatnya begitu. Melihatnya pulang selamat tanpa gangguan teman-temannya yang belagu.

Belum habis sisa makanan itu kujilati, ia sudah buru-buru merenggut piring dari hadapanku.

“Udah dulu ya. Kalau ketahuan ibu, bisa-bisa ia memarahiku,” ucapnya seraya bergegas masuk pagar lalu berlari menuju pintu.

Kuhela napas dalam-dalam. Sejenak hatiku termenung. Entah kapan ia akan memanggilku ibu. Tidakkah ia tahu, akulah yang pertama kali memungutnya dari tong sampah 6 tahun lalu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s