Mencoba Menjajal Google+ (Part 1)

Posted: 30 Juli 2011 in Techno
Tag:, , , , , ,

Beberapa waktu lalu, aku dapet undangan Google+ (baca: Google Plus) dari seseorang di akun Gmail-ku. Rasa penasaranku langsung menggeliat. Gimana gak menggeliat, si G+ ini kan lagi rame diomongin di dunia maya. Rasanya kalo gak ngintip dikit sayang banget deh.

Untuk daftar di Google+ emang susah-susah gampang karena kita harus diundang dulu sama orang yang udah daftar di sana. Jadi beruntunglah aku karena sudah mendapat undangan meski aku gak tahu siapa yang mengundangku.

Setelah aku dapet undangan, aku langsung daftar di G+. Caranya mudah banget. Kita cuma ngisi beberapa data penting dan mengupload foto profil kita. Tapi aku sempet agak brigidig waktu ngisi from jenis kelamin. Soalnya selain ada pilihan laki-laki dan perempuan, ternyata ada pilihan ‘lainnya’ juga lho. Wah, patut dipertanyakan nih apa maksud ‘lainnya’ ini?

Habis itu, kita langsung melenggang ke halaman utama. Jauh dari ekspetasi, ternyata tampilan Google+ itu terlihat biasa-biasa aja. Dengan background warna putih, tata letak menu-menunya hampir sama dengan Facebook. Bahkan bisa dibilang lebih sederhana dari Facebook, cuma istilahnya aja yang beda. Seperti Stream, misalnya, sama dengan update status di FB atau tweet di Twitter. Kayak di FB, kita juga bisa menautkan foto atau video ke dalam postingan kita. Bedanya, kita bisa mengatur apa postingan kita itu mau dipublish secara terbuka atau cuma sama orang-orang tertentu aja. Tapi kalo menurutku sih yang paling menarik itu fitur posting editingnya. Kadang-kadang kita suka bete kalo status atau tweet kita ada yang salah ketik. Kalo mau diganti, ya terpaksa harus dihapus. Tapi kalo disi kita gak usah khawatir. Meski status kita udah diposting, kita masih bisa mengeditnya tanpa harus menghapusnya terlebih dahulu. Meski inovasinya sederhana, tapi cukup inovatif juga bukan!

Selain Stream, ada juga fitur Circle atau lingkaran. Sebenernya sih sama aja kayak jaringan teman di Facebook. Cuma disini kita bisa mengelompokannya ke dalam beberapa grup seperti, keluarga, teman, kenalan atau mengikuti/pengikut. Jadi, Circle itu ibarat gabungan Twitter dan Facebook. Ada add as a friend-nya, tapi ada follow-followannya juga. Tapi karena berhubung aku masih baru, jadi aku cuma men-circle beberapa orang aja sebagai teman koneksiku.

Bersambung…..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s