Upilicious

Posted: 23 Juli 2011 in Personal
Tag:, , ,

Mata bor meliuk-liuk nembus lubang galian. Sedikit demi sedikit, emas terkorek dari langit-langit dan dinding lubang. Setelah emas didapat, buru-buru bor pun kembali keluar dari dalam lubang.

Haha… ngupil itu emang asyik ya! Yang namanya “memasukan” itu emang selalu nikmat. Semakin dimasukin, semakin mantap. Mau kering, basah atau lengket, upil selalu layak untuk dikorek, iya gak? Kenapa sih ngupil itu dibilang jorok! Padahal kan setiap orang perlu ngupil. Gak kebayang kalo upil menumpuk sampai berhari-hari, berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Entah bagaimana hidung ini mampu bertahan melawan kerasnya kehidupan (luebaay…).

 ngupil on Twitpic

Aku pernah ngalamin pengalaman memalukan tentang upil ini. Saat SMA, aku pernah dijuluki si upil sama kakak senior gara-gara aku kepergok ngupil pas upacara pelantikan OSIS. Di tengah terik matahari, dengan bodohnya aku ngupil tanpa dosa. Habis aku gak kuat, upilnya terus meronta-ronta pengen diraba.

Atau masih ingat gak sama anggota DPR, Roy Suryo, yang kepergok ngupil pas rapat paripurna tahun lalu? Twitter dan Facebook jadi geger karena peristiwa yang dianggap ‘gak sopan’ itu.

Well, Roy Suryo juga manusia, termasuk juga aku (ngeles…). Setiap orang bebas mengeksplorasi jarinya untuk melakukan apa aja, termasuk ngupil. Itu sangat manusiawi.

Hmm… tadi aku coba iseng-iseng googling tentang ipul, eh upil. Ternyata upil itu ada manfaatnya juga lho, selain bikin plong tentunya. Peneliti dari Boston University Medical Center menemukan mengupil sebagai metode baru untuk mendeteksi kanker paru-paru. What? Yap, ini beneran, bukan boongan. Bahkan para peneliti itu menjamin efektifitas keakuratannya. Wah, hebring gila nih! Ayo masih pada jaim buat ngupil gak?

Upil mungkin hanyalah upil, tapi upil tetap layak untuk dikoreki. Selama manusia masih berupil, selama itu pulalah upil akan selalu digali. Ayo siapin jari lentikmu, mari kita ngupil lebih dalam lagi!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s