Letter For E.T.

Posted: 8 Juli 2011 in Fiction
Tag:, , , ,

Dear my extra-ordinary best friend,

Kutulis surat ini dengan jemari suci tanpa mikroba dan dosa untuk sahabatku tercinta, E.T.

Bagaimana kabarmu? Apa kamu baik-baik saja? Kuharap begitu karena aku pun di sini dalam kondisi baik-baik saja meski logika enggan mengiyakannya.

Sudah lama kita tak bersua. Aku tak mampu mengingat kapan kita pertama kali jumpa. Yang jelas, saat itu aku masih sangat muda, saat aku masih ringkih mengeja alfabet dan alif, ba, ta, tsa. Dini hari itu kamu datang mengetuk jendela kamarku. Masih kuingat rupamu. Lugu dan bersahaja. Bertelanjang polos tanpa sehelai busana. Aku tak pernah yakin itu nyata atau hanya mimpi semata. Kamu hanya tokoh fiksi rekaan Wells, Spielberg atau Cameron. Itulah pikirku selama ini. Tapi aku tetap tak bisa mengingkari perjumpaan sakral kita yang pertama. Sosokmu telah membuka celah baru akan arti evolusi. Kau lebih sempurna dari yang kukira. Kau bukan manusia.

Dari kitab suci, aku tahu Tuhan menciptakan iblis, setan, malaikat, tumbuhan, hewan dan manusia. Tapi tak pernah kutemukan namamu di sana. Apa Tuhan sengaja merahasiakanmu? Ataukah kau bukan ciptaan-Nya? Entahlah aku tak peduli apa jawabannya. Aku tak mau bersitegang dengan logika karena itu akan membuatku semakin gila.

Kamulah makhluk pertama yang mengenalkanku akan arti ilmiah dan cinta. Keintiman di malam itu telah menyadarkanku akan sesuatu yang gila. Ya, kaulah cintaku yang pertama. Meski anatomi tubuhmu tak pernah secara eksplisit memberitahu apa jenis kelaminmu. Tapi aku tak begitu peduli. Apalah arti jender bagimu. Kamu itu makhluk istimewa.

Entah bagaimana caranya kau baca suratku ini. Melalui pos, e-mail atau SMS, jelas tak mungkin. Tapi entah kenapa aku begitu yakin kau bisa membacanya meskipun kita terpisah jutaan tahun cahaya.

Pandora, Obscura, Nebula apalah nama planetmu. Kau tak pernah menceritakannya ataupun mengabariku. Aku sangat merindukanmu. Aku sangat ingin mengunjungi duniamu. Bermain bersama di tempat kelahiranmu. Mencicipi sisi lain semesta dari sudut pandang spesiesmu.

Kau sahabat terbaikku, hanya itu yang kutahu. Dan aku akan terus menunggumu di sini, di tempat yang sunyi ini hingga kau datang kembali padaku.

Your lovely f*cking best friend,
H.U.M.A.N.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s