Ketika RI 2 Datang Bertandang

Posted: 4 Juli 2011 in Social Politic
Tag:, , , , , ,


Sudah hampir seminggu ini Ceu Ebah bolak-balik ke Balai Desa. Bukan buat bikin KTP atau minta sumbangan, tapi buat latihan paduan suara. Ya, paduan suara. Ceu Ebah didapuk jadi salah satu chor yang akan menyanyikan lagu mars Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2011 di Kota Baru Parahyangan, Padalarang.

Subuh-subuh, Ceu Ebah sudah berangkat ke Kota Baru buat gladibersih sebelum upara seremonialnya dimulai beberapa jam kemudian.

Peringatan Harganas tahun ini agak istimewa karena orang nomor 2 negeri ini akan datang untuk memberikan sambutan. Untuk itu, segala tektek bengeknya sudah jauh-jauh hari dipersiapkan.

Kedatangan orang penting bikin kepala jadi pening. Gimana enggak pening, jalan utama Padalarang macet total. Kendaraan dan pejalan kaki saling berebut pelataran jalan. Beginilah akibatnya kalau Padalarang kedatangan tamu terpandang. Stres trafic jam jadi efek samping yang tidak bisa terelakan.

Kita tinggalkan sejenak tentang kedatangan Pak Wapres. Tiba-tiba saya teringat dengan pernikahan Mang Bejo, kerabat saya, yang dirayakan pada hari Senin tanggal 21 Juni 2011 lalu. Mang Bejo mempersunting dara cantik asal Desa Cisurupan, sebuah desa kecil di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat yang dilingkupi alam pegunungan. Bukan pesta pernikahannya yang akan saya ceritakan, tapi lika-liku perjalanan seserahannya yang menurut ibu saya “cukup menantang”. Gimana nggak nantang! Jalan yang sebagian berupa tanjakan dengan kemiringan rata-rata 30 derajat dibiarkan tak beraspal bahkan berlubang. Mobil seserahan pun sempat beberapa kali ngadat karena terjebros lubang yang cukup dalam.

Desa Cisurupan hanya segelintir dari desa-desa lain di Kabupaten Bandung Barat yang masih kesulitan dengan akses jalan. Desa Cisurupan hanya berjarak beberapa kilometer dari Kota Baru Parahyangan, tapi kondisi fasilitasnya sungguh sangat memperhatinkan.
Kota Baru Parahyangan selalu jadi kebanggaan Kabupaten Bandung Barat. Kota mandiri nan prestisius ini selalu jadi langganan tuan rumah bagi tamu-tamu penting sekelas presiden dan wakilnya. Coba bayangkan kalau Desa Cisurupan yang jadi tuan rumahnya. Saya yakin rombongan paspanpres akan kewalahan mengeluarkan roda mobil RI 2 yang masuk ke dalam lubang.

Salah satu program Harganas kali ini adalah upaya pengurangan jumlah keluarga Indonesia dari lubang kemiskinan. Saya harap program ini bukan isapan jempol belaka. Saya harap akan ada implementasi nyata yang bisa dirasakan oleh ribuan atau bahkan jutaan keluarga Indonesia yang memang sedang berkekurangan.

Pak Boediono telah kembali ke istana. Pak Wapres mungkin tak tahu dimana Desa Cisurupan berada, tapi saya berharap program luhur yang beliau canangkan bisa sampai ke Desa Cisurupan supaya jalan mulus yang mereka impikan bisa segera terealisasikan.

Iklan
Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s