Kiamat dan Toilet

Posted: 19 Juni 2011 in Personal

Pagi itu, langit begitu cerah. Saya pikir langit pagi itu adalah langit tercerah yang pernah saya lihat. Orang-orang berhamburan keluar dari rumah masing-masing. Entah karena apa, mereka lalu pergi berlarian menuju lapangan. Mereka berkumpul seperti semut yang berkoloni di dinding kamar mandi. Kepala mereka terus menengadah ke atas, ke arah barat, ke arah matahari yang sedari tadi bulat melingkar dengan penuh pasti.

Matahari terbit di sebelah barat? Ya, matahari terbit di sebelah barat. Kalau matahari terbit di sebelah barat berarti apa? Kiamat! Walaah, sekarang beneran lagi kiamat nih? Saya mulai panik. Saya mulai mencari keluarga saya di antara kerumunan manusia. Kemana ibu, ayah, adik dan kucing saya? Kemana mereka? Saya berlarian kesana kemari mencari mereka tapi belum ketemu juga. Saya lalu bergegas kembali ke rumah, tapi saya tak menemukan sesuatu pun yang layak disebut sebagai rumah. Semuanya sudah rata dengan tanah. Dan sebentar kemudian semuanya pun berubah menjadi padang pasir yang luas. Tak ada tangisan atau teriakan. Semuanya sepi. Kini cuma ada saya dan matahari yang mulai terasa membakar tubuh ini.

Kemana yang lain? Apa mereka sudah mati? Lalu bagaimana dengan saya? Kenapa saya ditinggal? Kenapa saya dibiarkan “nyangkut” di sini gitu aja?

Itulah mimpi yang saya alami sekitar 2 minggu lalu. Meski peristiwa kiamat dalam mimpi itu tak seeksplisit seperti adegan John Cusack di film 2012, tetap saja mimpi itu mengerikan. Awalnya saya tidak peduli. Toh saya sudah sering mimpi yang beginian. Saya yakin banyak orang juga yang pernah ngalamin mimpi kayak gini. Tapi perasaan saya langsung was-was begitu mendengar isu gempa 8,7 skala Ritchter yang bakal menimpa sebagian pulau Jawa. Meski kabar itu belum dipastikan kebenarannya, tapi hal ini tetap membuat saya menjadi sedikit agak gila.

Saya tidak mau seperti Matt Damon dalam film Hereafter. Film yang berkisah tentang kematian dan tragedi tsunami Aceh 7 tahun lalu itu begitu menakutkan untuk ditelaah lebih dalam. Bahkan film itu sempat ditarik peredarannya di Jepang karena dikhawatirkan dapat menyinggung warga Jepang yang baru terkena bencana tsunami dahsyat Maret lalu.

Menjadikan Holywood sebagai rujukan hari akhir zaman rasanya agak terlalu berlebihan. Tapi, tetap saja ini mempengaruhi daya imajinasi saya. Saya seperti dikejar bayang-bayang kematian. Saya belum siap untuk mati. Setumpuk dosa saya masih belum terlunasi. Saya masih betah hidup di bumi.

Saya yakin banyak orang yang juga paranoid seperti saya. Ketika tanggal 21-12-2012 dipercaya sebagai akhir peradaban semesta raya, banyak orang yang dengan konyolnya mencari tempat aman agar terhindar dari bencana super masif ini.

Seperti yang terjadi di Prancis. Para pengikut aliran sesat di sana berduyun-duyun ke desa Bugarach, sebuah desa seluas 26 kilometer persegi dekat pegunungan Cobieres di Prancis Selatan yang dipercaya sebagai tempat teraman jika kiamat tiba. Bugarach dipercaya sebagai tempat pangkalan alien dan memiliki jalan bawah tanah menuju dunia lain.

Saya harap pikiran saya belum sedangkal mereka. Saya masih beragama dan masih berpegang terhadap pedoman yang berlaku dalam agama saya. Tidak dapat dipungkiri, mimpi waktu itu sedikit banyak menggoyahkan keimanan saya. Dan itu sedikit mengganggu hingga saya pun lupa sudah beberapa hari belum “nongkrong in the hoy” di toilet.

Brot. Lega sekali rasanya mengeluarkan semua residu dari perut ini. Berasa seperti di surga (lebaay!). Mungkin toilet tidak patut dijadikan tempat berlindung ketika kiamat datang nanti. Mungkin ruang sempit yang identik dengan kotor dan jijik ini hanya akan jadi reruntuhan tak berarti. Tapi saya tak peduli. Untuk saat ini saya masih nyaman duduk jongkok di sini. Saya tak peduli lagi kapan saya mati. Besok, hari ini atau detik ini, saya tak akan lari bersembunyi. Biarlah Tuhan yang mengeksekusi, saya hanya bisa berspekulasi.

Bayangan kiamat itu sudah menguap bersama bau tinja yang menusuk hidung. Kepala saya seperti direfresh kembali. Saya tak mau berpikir macam-macam lagi. Yang saya lakukan sekarang hanya cebok dan berjanji untuk menjadi orang yang lebih baik saat keluar WC nanti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s