Menjadi Fitoplankton

Posted: 10 Januari 2011 in Inspiration

Kalau ditanya makhluk hidup apa yang paling kecil di dunia, pasti saya akan menyebut fitoplankton sebagai salah satunya. Entah kenapa makhluk mikroskopis itu mendadak nyangkut di kepala saya.

Fitoplankton berasal dari bahasa Yunani, “phyton” dan “plankton”. Phyton berarti tumbuhan dan plankton berarti pengembara. Jadi, fitoplankton dapat diartikan sebagai tumbuhan pengembara.

Sesuai namanya, fitoplankton memang merupakan makhluk pengembara yang hidup mengambang di air. Berbeda dengan zooplankton (zoo : hewan) yang bersifat heterotrof atau tidak bisa membuat makanan sendiri, fitoplankton merupakan makhluk autotrof yang bisa membuat makanannya sendiri.

Kebanyakan fitoplankton adalah alga bersel satu semacam Clamydomonas, Chlorella, Volvox dan sebagainya. Perlu diketahui, alga dipercaya sebagai makhluk hidup pertama yang menghuni planet ini. Hal ini dikarenakan alga merupakan makhluk hidup tingkat terendah tetapi sudah memiliki klorofil. Dengan adanya klorofil, alga mampu melakukan proses fotosintesis sehingga ia bisa mensintesis zat anorganik menjadi bahan makanannya sendiri. Para pendukung teori evolusi percaya kalau alga adalah nenek moyang tunggal seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Wah, kalau gitu termasuk manusia juga dong!

Bener atau enggaknya, saya enggak tahu karena saya bukan pendukung teori Darwinisme yang sangat sekuler itu. Tetapi meski begitu, alga atau dalam hal ini fitoplankton tetaplah komponen alam yang tak mungkin bisa tergantikan.

Sebagai produsen alami tingkat pertama dalam rantai makanan, peran fitoplankton jelas sangat krusial bagi ekosistem, terutama ekosistem perairan, baik itu ekositem air tawar ataupun air laut. Jika populasi fitoplankton berkurang, maka kelangsungan hidup makhluk air lainnya akan ikut terganggu. Jika kehidupan di air terganggu, maka akan berimbas pula pada kehidupan di darat. Keseimbangan ekosistem pun akan rumpang.

Fitoplankton memiliki banyak sekali manfaat. Beberapa jenis fitoplankton bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat-obatan, contohnya Chlorella. Selain itu karena keberadaannya yang dapat mempengaruhi keadaan sifat fisik dan kimia air seperti kadar O2, C02, pH dan suhu, fitoplankton pun dipercaya dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Wow, keren banget kan?

Ya, makhluk super mini ini memang juara banget. Saya jadi ingin bertransformasi menjadi fitoplankton.

Meskipun ultra minor –bahkan sering dianggap tak ada, fitoplankton dapat hidup mandiri dengan otoritasnya sendiri. Ia tak pernah minta makan sama makhluk hidup lain. Ia hidup bebas di alam dengan mengikuti arus air. Tak ada yang bisa menjeratnya karena ia tak bisa terlihat secara kasat mata. Tak ada yang bisa mengusiknya karena ia tak bisa disentuh ataupun diraba.

Walaupun ia kecil dan terabaikan, tapi ia memiliki kontribusi berharga bagi dunia yang ditinggalinya. Walaupun dianggap tak berharga, tapi ia mempunyai andil besar bagi makhluk hidup di sekitarnya.

Lalu, bagaimana dengan kita? Manusia yang notabenenya makhluk yang jauh lebih sempurna. Kontribusi apa yang sudah kita berikan bagi dunia. Tidak, bagi sesama dulu saja. Tidak-tidak, minimal bagi diri kita. Sudah cukup “besar”-kah kita mendefinisikan makna esensi diri yang sesungguhnya.

Bagi kita, ukuran adalah segalanya. Kita selalu ingin jadi orang besar dan kaya. Oke, itu sah-sah saja karena saya juga sama. Tapi bisakah kita mendayagunakan “kebesaran” kita untuk hal bermakna. Well, sebelum berkhayal jadi orang besar, saya mau berkhayal jadi fitoplankton dulu aja. Ia kecil mungil tapi jauh lebih bermakna.

follow me on
Twitter: http://www.twitter.com/RosmenStation
Facebook: http://www.facebook.com/rosmen.rosmansyah
MySpace: http://www.myspace.com/rosmenstation
also visit my other personal blog at:
http://www.rosmenstation.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s