Arsip untuk November, 2010

“Ih, gue aneh banget deh!” ucap saya ketika melihat foto diri di album tahunan SMA yang sudah lama tidak saya buka. Berbagai kenangan masa SMA segera menggeliat di kepala. Kumpul bareng temen, pacaran, seru-seruan sampai ngelakuin berbagai kenakalan, semuanya begitu ngangenin. Rasanya seperti baru terjadi kemarin saja. Padahal, sudah hampir 2 tahun saya lulus SMA.

Masa remaja memang sungguh berkesan. Masa remaja merupakan fase transisi dalam hidup manusia. Pencarian jati diri, cinta, seksualitas, persahabatan hingga perdebatan dengan keluarga dan lingkungan akan selalu menjadi konflik yang setia mewarnai. Ketika kita mulai mengalami perubahan secara hormonal, berbagai problema baru akan mulai bermunculan. Egoisme memuncak dan eksistensi diri menjadi hal yang patut dipertanyakan.

Teenage dreams in a teenage circus

            Running around like a clown on purpose

            Who gives a damn about the family you come from?

            No giving up when you’re young and you want some

 

Seperti petikan lagu “We Are Golden“ yang sempat dipopulerkan Mika di atas, masa remaja itu bagaikan sebuah pertunjukan sirkus. Begitu menakjubkan sekaligus mencengangkan. Terkadang lucu dan menyenangkan, tapi terkadang pula ngeri dan mengecewakan. Semuanya dikemas sedemikian rupa dalam sebuah dekorasi penuh warna yang dinamakan sirkus remaja.

I feel the adrenaline moving through my veins

Spotlight on me and I’m ready to break

            I’m like a performer, the dancefloor is my stage

            Better be ready, hope that you feel the same

 

            All eyes on me, in the center of the ring (Just like a Circus)

            When I crack that whip, everybody gonna trip (Just like a Circus)

            Don’t stand there watching me, follow me, show me what you can do

            Everybody let go, we can make a dancefloor (Just like a Circus)

 

            Lagu Circus Britney Spears di atas bisa sedikit menggambarkan penganalogian pertunjukan sirkus dengan gemerlapnya dunia remaja. Remaja sering kali ingin menunjukan diri. Mereka ingin dilihat layaknya bintang panggung. Mereka ingin dipuja, dipuji dan diikuti layaknya selebriti. Remaja merupakan sosok dinamis yang pergerakannya selalu meninggalkan kesan. Labilitas emosi mereka bisa dijadikan senjata ampuh untuk mengaktualisasi diri atau malah menjadi boomerang bagi diri mereka sendiri. Narkoba, seks bebas dan kekerasan bisa menggoda kapan saja. Di sinilah mereka diberi pilihan, mau mencobanya atau tidak. Ya, karena mencoba selalu ada dalam setiap kamus remaja.

Kehidupan remaja memang selalu memberikan sejuta inspirasi. Tak terhitung berapa banyaknya karya yang diilhami oleh kehidupan remaja. Sastra, film, musik dan berbagai karya seni lainnya dibanjiri oleh problematika manusia usia belia ini. Teenlit dan Chicklit menjadi bacaan populer anak muda. Novel ringan yang bertutur tentang kehidupan remaja ini hampir selalu laris manis disantap pasar. Pun begitu dengan dunia perfilman. Film Gita Cinta dari SMA (1979) yang dirilis beberapa dekade lalu tema ceritanya mungkin hampir sama dengan film Ada Apa dengan Cinta yang dirilis di tahun 2001. Tapi keduanya berhasil mendulang sukses yang luar biasa di ranah perfilman nasional. Serupa dengan film, sinetron remaja yang notabenenya sering mendapat kritikan masyarakat pun hampir selalu mendapat rating yang relatif cukup bagus.

Gossip Girl, Beverly Hills 90120 dan Glee adalah serial TV Amerika yang tengah digandrungi remaja saat ini. Setiap episodenya selalu dinanti, para bintangnya diidolai, bahkan serialnya pun diperpanjang dalam beberapa musim. Sungguh fantastis, padahal semuanya menyajikan tema cerita yang hampir sama, yaitu tentang kehidupan remaja.

Dari ranah musik, dunia selalu disesaki oleh para penyanyi remaja di setiap dekadenya. Di dekade ‘70 sampai ‘80-an ada The King of Pop, Michael Jackson, di dekade ‘90-an ada Britney Spears dan sekarang fenomena Justin Bieber-lah yang mulai menggema. Lagu-lagu remaja hampir selalu ada di jajaran teratas tangga lagu dunia. Semua terhipnotis oleh alunan iramanya. Tak bisa dipungkiri, musik remaja memang sungguh menggoda.

Panggung sirkus remaja adalah wahana inspirasi tanpa batas. Setiap sisinya selalu menarik untuk dikisahkan dan setiap dinamikanya selalu menarik untuk dikaryakan. Harus diakui, segala hal yang menyangkut dunia remaja memang tak pernah membosankan. Seklise apapun tema yang ditawarkan tidaklah masalah selama masih relevan untuk bisa dinikmati khalayak.

Kreatif, inovatif dan inspiratif adalah kunci utama untuk ikut bagian dalam pertunjukan sirkus ini. Kreatifitas dan inovasi akan membuat karya yang terkesan biasa saja menjadi luar biasa. Inspiratif, karya yang dihasilkan haruslah dapat memberikan inspirasi. Tidak hanya menonjolkan kepentingan komersil semata tapi juga bisa menyampaikan esensi yang terkandung di dalamnya.

Usai membuka album tahunan SMA, tiba-tiba saya seperti kejatuhan inspirasi mendadak. Badut-badut dan atraksi akrobatik para pemain sirkus mulai berkeliaran di kepala. Crack the fire, catch the lion and let the clown laugh up around. Show up, it’s Teenage Circus time!

Follow me on

Twitter: http://www.twitter.com/rosmenstation

Facebook: http://www.facebook.com/rosmen.rosmansyah

MySpace: http://www.myspace.com/rosmenstation

Twitter: http://www.twitter.com/rosmenstation

E-mail: rosmenstation@rocketmail.com

And Visit My Other Blog: http://www.rosmenstation.blogspot.com

           

Iklan